{"id":1256,"date":"2023-06-15T02:37:36","date_gmt":"2023-06-15T02:37:36","guid":{"rendered":"https:\/\/cheerup.theme-sphere.com\/magazine\/?p=10"},"modified":"2023-06-25T04:41:48","modified_gmt":"2023-06-25T04:41:48","slug":"beta-saham-cara-menghitung-rumus-kegunaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256","title":{"rendered":"Beta Saham: Cara Menghitung, Rumus, Kegunaan"},"content":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text single_style=&#8221;&#8221;]Dalam dunia pasar modal, nilai beta digunakan untuk mengevaluasi sebuah saham. Keberadaannya mempunyai fungsi cukup penting yakni bisa mengukur seperti apakah kesuksesan dari sebuah perusahaan. Fungsi ini dipakai dalam beberapa rumus, salah satunya\u00a0<a href=\"https:\/\/investbro.id\/capital-asset-pricing-model-capm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" data-type=\"post\" data-id=\"2673\">CAPM<\/a>.<\/p>\n<p>Para investor yang melakukan kegiatan investasi memang wajib mengetahui berbagai macam hal di dalamnya. Termasuk sejumlah istilah-istilah penting di dalamnya. Untuk anda di mana baru pertama kali bergelut di dalam dunia bisnis satu ini, maka wajib menyimak ulasan mengenai beta saham. Langsung saja simak penjelasannya berikut.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Pengertian_Beta_Saham\">Pengertian Beta Saham<\/span><\/h2>\n<p>Beta saham adalah ukuran\u00a0<a href=\"https:\/\/investbro.id\/volatilitas-saham\/\" data-type=\"post\" data-id=\"1981\">volatilitas<\/a>\u00a0suatu saham terhadap volatilitas pasar secara keseluruhan. Nilai beta digunakan sebagai indikator risiko dalam perdagangan saham. Semakin tinggi nilai beta, semakin tinggi risikonya.<\/p>\n<div class=\"code-block code-block-5\"><\/div>\n<p>Beta saham memperlihatkan ukuran pergantian\u00a0<a href=\"https:\/\/investbro.id\/cara-menghitung-return-saham\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" data-type=\"post\" data-id=\"1582\">return saham<\/a>\u00a0apabila disandingkan dengan IHSG. Sebagai contohnya, melakukan perbandingan imbal hasil dari saham UNTR disandingkan IHSG. Kegunaannya sendiri dapat dinilai dari besarnya level sensitivitas pada risiko pasar.<\/p>\n<p>Beta dilambangkan dengan simbol \u03b2 yang mana adalah koefisien regresi pada 2 variable yakni terlalu banyaknya keuntungan portofolio pasar serta keuntungan di suatu saham. Beta masuk ke dalam perhitungan ilmu statistik yang mana akan diaplikasikan ke dalam dunia keuangan.<\/p>\n<p>Keberadaan perhitungan beta saham ini pun ternyata sangat cocok bagi para investor jika ingin memperoleh keuntungan ketika berinvestasi serta meminimalisir kerugian yang didapatkan.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Perbedaan_Beta_dan_Alpha_dalam_Investasi\">Perbedaan Beta dan Alpha dalam Investasi<\/span><\/h2>\n<p>Seperti yang sudah diketahui, dalam dunia investasi, Anda mungkin akan mendengar lebih banyak istilah asing. Meskipun sama-sama\u00a0<a href=\"https:\/\/www.arborinvestmentplanner.com\/alpha-and-beta-investment-risk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">berhubungan dengan risiko investasi<\/a>, Beta dan Alpha memiliki beberapa perbedaan. Buat menjawab pertanyaan tersebut, langsung saja simak ulasan di bawah ini.<\/p>\n<p>Alpha merupakan istilah di mana akan sering didengar oleh seorang investor ketika melakukan riset buat mencari manajer investasi handal terutama ketika sedang memilih reksa dana. Lebih mudahnya, Alpha merupakan selisih antara hasil (return) dari suatu reksa dana dengan hasil di mana diharapkan buat reksa dana berdasarkan tingkat hasil dari pasarnya.<\/p>\n<div class=\"code-block code-block-5\"><\/div>\n<p>Jadi bisa dibilang apabila Alpha merupakan ukuran kemampuan dari seorang manajer investasi buat mengalahkan pasar alias outperform. Biasanya juga digunakan buat menunjukkan kehandalan dari seorang manajer investasi di dalam mengalahkan return.<\/p>\n<p>Sementara Beta merujuk pada sensitivas dari pergerakan hasil (return) dari suatu saham\/Reksa dana relatif terhadap pergerakan hasil dari pasar secara keseluruhan.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Jenis_Saham_Berdasarkan_Betanya\">Jenis Saham Berdasarkan Betanya<\/span><\/h2>\n<p>Terdapat 3 jenis saham yang dikelompokkan berdasarkan dengan betanya. Adapun untuk lebih jelasnya, langsung saja simak ulasannya berikut ini.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"1_Saham_Dengan_Beta_Kurang_Dari_1\">1. Saham Dengan Beta Kurang Dari 1<\/span><\/h3>\n<p>Jika beta saham perusahaan kurang dari 1, itu menunjukkan sensitivitas harga saham yang lebih rendah dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan. Sebagai contoh, jika beta saham sebuah perusahaan adalah 0,5, maka fluktuasi harga saham akan berada pada tingkat 50 persen terhadap IHSG.<\/p>\n<p>Lebih jelasnya, jika IHSG turun 2 persen, maka harga saham perusahaan akan turun 1 persen. Sebaliknya, jika IHSG naik 2 persen, harga saham perusahaan akan naik sebesar 1 persen.<\/p>\n<div class=\"code-block code-block-5\"><\/div>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"2_Saham_Dengan_Beta_Di_Atas_1\">2. Saham Dengan Beta Di Atas 1<\/span><\/h3>\n<p>Saham dengan beta di atas 1 mempunyai tingkat perubahan atau volatilitas harga di atas pasar. Untuk mengetahuinya lebih jelas Anda bisa melihat contohnya apabila sebuah saham punya nilai beta 1,5 maka saat IHSG naik 4%, harga emiten akan meningkat 6%.<\/p>\n<p>Yang perlu diperhatikan jika ternyata IHSG menurun maka harga dari saham emiten pun mengalami penurunan dengan harga lebih banyak dibandingkan IHSG.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"3_Beta_Saham_Negatif\">3. Beta Saham Negatif<\/span><\/h3>\n<p>Beta saham negatif atau di bawah 0 menggambarkan bahwa pergerakan naik ataupun turun harga saham emiten berbanding terbalik dengan pergerakan IHSG. Sebagai contohnya jika IHSG melandai maka saham akan mengalami peningkatan.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Rumus_Beta_Saham_dan_Cara_Menghitungnya\">Rumus Beta Saham dan Cara Menghitungnya<\/span><\/h2>\n<p>Adapun perolehan nilai beta sendiri dapat dihitung dengan memanfaatkan teknik regresi dengan memanfaatkan return saham sebagai variabel dependen serta return pasar sebagai variabel independen.<\/p>\n<p>Rumus Beta saham adalah\u00a0<strong>Beta saham = kovarian (return asset, return market) \/ varian (return market)<\/strong>.<\/p>\n<div class=\"code-block code-block-5\"><\/div>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3800 entered lazyloaded\" src=\"https:\/\/investbro.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/rumus-beta-saham.png\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" srcset=\"https:\/\/investbro.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/rumus-beta-saham.png 700w, https:\/\/investbro.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/rumus-beta-saham-300x214.png 300w\" alt=\"Rumus beta saham.\" width=\"700\" height=\"500\" data-lazy-srcset=\"https:\/\/investbro.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/rumus-beta-saham.png 700w, https:\/\/investbro.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/rumus-beta-saham-300x214.png 300w\" data-lazy-sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" data-lazy-src=\"https:\/\/investbro.id\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/rumus-beta-saham.png\" data-ll-status=\"loaded\" \/><\/figure>\n<\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Cara_Menghitung_Beta_Saham\">Cara Menghitung Beta Saham<\/span><\/h2>\n<p>Adapun untuk menghitungnya sendiri bisa menggunakan beberapa persamaan sederhana berikut ini.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"1_Menemukan_Tingkat_Risk_Free_Rate\">1. Menemukan Tingkat Risk Free Rate<\/span><\/h3>\n<p>Risk free rate alias tingkat suku bunga bebas risiko merupakan tingkat persentase pengembalian investor di mana berharap pada investasi dengan risiko bebas. Risiko bebas inilah dapat diambil pada contoh investasi di mana dijamin pemerintah menggunakan undang-undang. Adapun UU tersebut seperti jenis obligasi yang sudah diterbitkan oleh pemerintah. Sebagai contohnya diambil 6%.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"2_Hasil_Timbal_Saham\">2. Hasil Timbal Saham<\/span><\/h3>\n<p>Imbal hasil saham merupakan persentase keuntungan yang diperoleh dari investasi saham dalam periode tertentu. Biasanya\u00a0<a href=\"https:\/\/investbro.id\/cara-menghitung-return-saham\/\" data-type=\"post\" data-id=\"1582\">perhitungan return saham<\/a>\u00a0dilakukan secara tahunan dan dirata-ratakan dengan menggunakan rumus:<\/p>\n<p>Imbal hasil saham = (harga saham pada periode X+1 \u2013 harga saham pada periode X) \/ harga saham pada periode X.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"3_Hasil_Imbal_Pasar\">3. Hasil Imbal Pasar<\/span><\/h3>\n<p>Salah satu cara perhitungan lainnya adalah menggunakan imbal hasil pasar, yang merupakan persentase keuntungan seluruh saham dalam periode waktu tertentu. Ini dapat dihitung secara tahunan dan dirata-ratakan. Rumusnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p>Return IHSG pada Periode x = (Harga IHSG pada Periode x+1 \u2013 harga IHSG pada periode n) \/ harga IHSG pada Periode x * 100.<\/p>\n<p>Untuk melihat data beta saham suatu perusahaan ternyata juga bisa menggunakan beberapa cara seperti melalui situs Reuters di mana dapat dilakukan secara mudah yakni memasukkan kode saham emiten dan diakhiri dengan kode .JK (titik dan huruf J dan K).Selain itu juga dapat diperoleh melalui perhitungan Pefindo dan\u00a0<a href=\"https:\/\/finance.yahoo.com\/quotes\/BETA,and,CAPM\/view\/v1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Yahoo Finance<\/a>.<\/p>\n<p>Cara menghitung beta saham menggunakan Excel adalah dengan memasukkan data covariansi dan variansi, kemudian memasukkan perbandingan kedua variabel tersebut. Klik tab \u201cData\u201d, kemudian pilih \u201cData analysis\u201d. Langkah selanjutnya adalah memilih \u201cCovariance\u201d. Excel akan otomatis menghitung\u00a0<a href=\"https:\/\/corporatefinanceinstitute.com\/resources\/excel\/functions\/covariance-excel-function\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">covarian<\/a>\u00a0dari data yang ada.<\/p>\n<p>Jika Anda ingin menganalisa banyak perusahaan sekaligus, Anda cukup melakukan copy-paste rumus pada Microsoft Excel untuk mendapat nilainya.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"Kegunaan_dan_Kelebihan_Beta_Saham\">Kegunaan dan Kelebihan Beta Saham<\/span><\/h2>\n<p>Keberadaan beta saham ini pun ternyata juga mempunyai kegunaan atau kelebihan dalam dunia saham. Investor pemula wajib mengetahui informasi penting tersebut. Adapun kegunaannya tersebut antara lain:<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"1_Menjadi_Alternatif_Ukuran_Rasio_Saham\">1. Menjadi Alternatif Ukuran Rasio Saham<\/span><\/h3>\n<p>Dengan keberadaan beta inilah ternyata berfungsi sebagai alternatif untuk mengukur rasio saham sebab mampu memperbaiki ukuran risiko total di dalam portofolio investor. Sangat disarankan pula digunakan oleh para investor yang menanamkan modalnya di berbagai macam jenis saham.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span id=\"2_Memperoleh_Tambahan_Tentang_Arah_Pergerakan_Harga_Saham\">2. Memperoleh Tambahan Tentang Arah Pergerakan Harga Saham<\/span><\/h3>\n<p>Tidak sampai di situ saja, para investor pun akan memperoleh informasi tambahan mengenai arah pergerakan harga saham secara histori dibandingkan pergerakan pasar yang terjadi pada umumnya. Di samping itu, penggunaannya dalam kurun waktu lama ternyata dapat meningkatkan keahlian dari seorang investor saham.<\/p>\n<p>Untuk melakukan kegiatan investasi saham, tentu banyak hal yang wajib untuk diperhatikan dengan seksama termasuk beta saham. Semakin tinggi dari nilai saham ternyata imbal hasilnya juga cukup menjanjikan.[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column][vc_column_text single_style=&#8221;&#8221;]Dalam dunia pasar modal, nilai beta digunakan untuk mengevaluasi sebuah saham. Keberadaannya mempunyai fungsi cukup penting yakni bisa mengukur seperti apakah kesuksesan dari sebuah perusahaan. Fungsi ini dipakai dalam beberapa rumus, salah satunya\u00a0CAPM. Para investor yang melakukan kegiatan investasi memang wajib mengetahui berbagai macam hal di dalamnya. Termasuk sejumlah istilah-istilah penting di dalamnya. Untuk<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3708,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","pmpro_default_level":""},"categories":[38],"tags":[44,41,39],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v18.1 (Yoast SEO v21.8) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Beta Saham: Cara Menghitung, Rumus, Kegunaan - Data Saham Bursa Efek Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Beta Saham: Cara Menghitung, Rumus, Kegunaan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"[vc_row][vc_column][vc_column_text single_style=&#8221;&#8221;]Dalam dunia pasar modal, nilai beta digunakan untuk mengevaluasi sebuah saham. Keberadaannya mempunyai fungsi cukup penting yakni bisa mengukur seperti apakah kesuksesan dari sebuah perusahaan. Fungsi ini dipakai dalam beberapa rumus, salah satunya\u00a0CAPM. Para investor yang melakukan kegiatan investasi memang wajib mengetahui berbagai macam hal di dalamnya. Termasuk sejumlah istilah-istilah penting di dalamnya. Untuk\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Data Saham Bursa Efek Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-15T02:37:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-25T04:41:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/databei.web.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/Beta-Dalam-Saham-930x620-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"930\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"620\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256\",\"url\":\"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256\",\"name\":\"Beta Saham: Cara Menghitung, Rumus, Kegunaan - Data Saham Bursa Efek Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/databei.web.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-06-15T02:37:36+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-25T04:41:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/databei.web.id\/#\/schema\/person\/54c85937ae57e92161fdc7993518619b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/databei.web.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Beta Saham: Cara Menghitung, Rumus, Kegunaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/databei.web.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/databei.web.id\/\",\"name\":\"Data Saham Bursa Efek Indonesia\",\"description\":\"Database IDX\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/databei.web.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/databei.web.id\/#\/schema\/person\/54c85937ae57e92161fdc7993518619b\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/databei.web.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/databei.web.id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/4a5fdca973b27d20fb5abf8764f74c4b.jpg?ver=1787112724\",\"contentUrl\":\"https:\/\/databei.web.id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/4a5fdca973b27d20fb5abf8764f74c4b.jpg?ver=1787112724\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/mdctech.web.id\/indocmd\"],\"url\":\"https:\/\/databei.web.id\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Beta Saham: Cara Menghitung, Rumus, Kegunaan - Data Saham Bursa Efek Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Beta Saham: Cara Menghitung, Rumus, Kegunaan","og_description":"[vc_row][vc_column][vc_column_text single_style=&#8221;&#8221;]Dalam dunia pasar modal, nilai beta digunakan untuk mengevaluasi sebuah saham. Keberadaannya mempunyai fungsi cukup penting yakni bisa mengukur seperti apakah kesuksesan dari sebuah perusahaan. Fungsi ini dipakai dalam beberapa rumus, salah satunya\u00a0CAPM. Para investor yang melakukan kegiatan investasi memang wajib mengetahui berbagai macam hal di dalamnya. Termasuk sejumlah istilah-istilah penting di dalamnya. Untuk","og_url":"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256","og_site_name":"Data Saham Bursa Efek Indonesia","article_published_time":"2023-06-15T02:37:36+00:00","article_modified_time":"2023-06-25T04:41:48+00:00","og_image":[{"width":930,"height":620,"url":"https:\/\/databei.web.id\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/Beta-Dalam-Saham-930x620-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256","url":"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256","name":"Beta Saham: Cara Menghitung, Rumus, Kegunaan - Data Saham Bursa Efek Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/databei.web.id\/#website"},"datePublished":"2023-06-15T02:37:36+00:00","dateModified":"2023-06-25T04:41:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/databei.web.id\/#\/schema\/person\/54c85937ae57e92161fdc7993518619b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/databei.web.id\/?p=1256"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/databei.web.id\/?p=1256#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/databei.web.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Beta Saham: Cara Menghitung, Rumus, Kegunaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/databei.web.id\/#website","url":"https:\/\/databei.web.id\/","name":"Data Saham Bursa Efek Indonesia","description":"Database IDX","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/databei.web.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/databei.web.id\/#\/schema\/person\/54c85937ae57e92161fdc7993518619b","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/databei.web.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/databei.web.id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/4a5fdca973b27d20fb5abf8764f74c4b.jpg?ver=1787112724","contentUrl":"https:\/\/databei.web.id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/4a5fdca973b27d20fb5abf8764f74c4b.jpg?ver=1787112724","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/mdctech.web.id\/indocmd"],"url":"https:\/\/databei.web.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/databei.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1256"}],"collection":[{"href":"https:\/\/databei.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/databei.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/databei.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/databei.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1256"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/databei.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1256\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3709,"href":"https:\/\/databei.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1256\/revisions\/3709"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/databei.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3708"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/databei.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1256"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/databei.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1256"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/databei.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1256"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}